Mohon do’a restunya.. ^^

Visit!

.: Elfarisy Invitation :.

Ditunggu kehadiran kawan2 di kediri.. OK!

Regard,

.: Farid and Desy :.

4th International Symposium

Simposium internasional 4

Hadirilah acara puncak Simposium Internasional 4: Dari Jakarta hingga Jalur Gaza, dengan tema “Education as One Step for Doing Gaza’s Reconstruction”, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad, 23-24 Muharram 1431 H/9-10 Januari 2010 M pkl. 07.00-16.00 WIB di Auditorium Soeriatmadja Gd. Dekanat lt. 2 Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok.

Acara akan menghadirkan narasumber-narasumber yang tidak diragukan lagi kualitasnya, antara lain:

  1. Syeikh Masjid Al Aqsha
  2. Fariz Mehdawi (Dubes Palestina)
  3. Aydin Evirgen (Dubes Turki)
  4. Muzammil Yusuf (Komisi I DPR RI)
  5. Dr. R. M. Marty M. Natalegawa (Menteri Luar Negeri RI)
  6. Fasli Djalal (Dirjen Dikti Depdiknas RI)
  7. Mahasiswa Palestina
  8. Soeripto, SH (pengamat Timur Tengah)
  9. Firtra Ratori (wartawaan senior TVOne)
  10. dr. Basuki Supartono (Bulan Sabit Merah Indonesia)

Read more »

Dengarkan dan Rasakan.. :((

Remembering a wonderful journey on May, 2008…

Manteb banged untuk muroja’ah :)

Semoga Bermanfaat!

Nantikanku di batas waktu.. ^^

Hanya ingin tersenyum mendengar nasyid ini,…  :)

Lirik:

di kedalaman hatiku
Tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan

Lewat kesalihanmu
Yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau ku kelu
Tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku
Jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang
Nanti kubawa kau pergi
Ke surga abadi

Kini belumlah saatnya
Aku membalas cintamu
Nantikanku di batas waktu


Setetes embun pagi.. ^^

ingin segera kusongsong esok pagi
agar aku bisa leluasa menatapnya
ya, setetes embun di daun itu
indah dan menyejukkan
ketika kupandang…  :)

Lupakan! Lupakan semua cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang ini yang tidak berujung pada penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nashr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.

Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan. Umar pun mencari Nashr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.
Read more »