di rumahku ada cinta ^^

Semoga segalanya berjalan lancar,
untukku, untuknya, dan untuk mereka…
Harapku pada Yang Maha Segala

–lirih doaku di kejauhan, Dec 12th 2009–

Di rumahku ada cinta
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain di dalamnya
bagi kau dan aku cukuplah..

Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangannya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman di huni.

Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan manusia

Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa sambil tetap merasa nyaman dan teduh. Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja merayap semua emosi negative masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat di sana: dalam rumah cinta.
Continue reading

Advertisements

.: Arahkan cintamu.. (lho kok!?)

Berharap tak ada keraguan sedikitpun
Bilapun masih ad
a,
biarlah Allah yang menjadi Penentu
dalam istikharah-istikharah kita…
Aamiin
– menjelan
g subuh, 18/11/09 –

Weitss, anda terjebak jika menganggap tulisan di bawah ini berbicara ttg cinta-cintaan :D. Saya teh belum mahir yang begituan..Ho8..

Sekedar ingin mempublish tulisan dari mbak Nurul, PR LMI Surabaya. Keep on reading sajalah, insyaAllah kawan2 akan menemukan ‘sesuatu’ yang positif. InsyaAllah..

Jika setiap helai rambut dari hewan qurban akan menjadi amal kebaikan, maka upayakanlah manfaat hewan qurban kita dapat dirasakan oleh orang-orang yang lebih tepat mendapatkannya.

Continue reading

Beri kesempatan pd IMAN utk ‘bicara’..

Sembari mengelus kepalaku, beliau berkata:
“ibadah lan kesehatane dijogo, nduk!”
dengan penuh ta’dhim kucium punggung tangan itu…
“insyaAllah, Bapak”
Rumah bulek, 3Juni09 20.00WIB

======================================

Sekedar menuliskan apa yang aku pikirkan, karena jika aku menahan diri darinya (menulis) bisa-bisa akan menjadi satu hiasan kecil di wajahku (jerawat maksudnya Hehehe :D)

“Jika hanya mengedepankan akal (logika), tentu manusia akan enggan untuk melakukan suatu kebajikan”
Setujukah Anda dengan statement itu??
Apapun jawaban Anda, Mari kita ambil beberapa contoh sederhana 🙂

Continue reading

Da’wah=kepingan Puzzle?

Suatu ketika Rasulullah berkata kepada Pamannya:
“Wahai Pamanku, andai matahari diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga Islam jaya atau aku binasa karenanya ” (Rasulullah SAW)

Ahad kmrn aku dkk berkesempatan mengikuti kajian tafsir An-Nisaa’:9 4-100, yang mengupas masalah Hijrah dan Jihad. Sesaat setelah kajian itu, aku teringat dengan salah novel favoritku sewaktu di Aliyah dulu. Judulnya  “Diorama Sepasang AlBanna” dengan penulis muda Ari Nur. Novel yang menurutku sangat menarik, novel yang dituturkan  dengan lembut namun menghentak orang yang membacanya. Subhanallah, ndak akan nyesel baca novel itu 🙂

Ada satu Persil dari DSA yang cukup menarik:
Ada sesuatu yang aku miliki. Sesuatu yang berusaha aku pertahankan keberadaannya.
Ia tersimpan di dasar jiwa. Kecil, seperti bara api, tapi tak pernah padam.
Terkadang berkobar jika tersiram bensin. Ada kalanya seperti itu.’

Continue reading

Cinta itu butuh Bingkai..!

Cinta itu fithrah
Jangan kau bunuh dia
tapi bingkailah ia dengan cahaya

==========================

Jatuh cinta??
Katakan padaku manusia mana yang tak pernah merasakannya?
Bukankah Cinta adalah keniscayaan? dan itu adalah wujud dari karunia Ilahi??
Lalu, Bagaimana ketika perasaan itu hadir? Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?

Ada artikel menarik dari majalah Al-Izzah..

Selamat menikmati dengan keikhlasan hati :))

Jatuh cinta bagi aktivis da’wah bukanlah perkara sederhana.
Dalam konteks da’wah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan.
Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah(tingkatan) pembinaan.
Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rasulullah SAW dan jalan meraih ridha Allah SWT.

Continue reading

.: Muslimah Pembangun Peradaban

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat dengan hati untuk dicintai
Dekat dengan tangan untuk dilindungi

(dikutip dari ” Agar Bidadari Cemburu Padamu”, Salim A. Fillah)

==============================================

Bacaan WAJIB bagi yang merasa Muslimah 🙂

writen by: Pembinaan Potensi Muslimah, jarmusnas FSLDK

“Jika anda mendidik seorang pria, maka anda hanya mendidik seorang manusia. Jika anda mendidik seorang wanita, maka anda telah mendidik seluruh manusia. (Presiden Tanzania)

Ada pepatah yang mengatakan, Wanita adalah tiang negara. Kala tiang tiada daya, bangunan pun roboh rata. Tak heran jika ada yang megatakan, “Ibulah yang melahirkan sebuah bangsa!”. Karenanya seorang wanita yang akan menjadi ibu harus memiliki bekal yang banyak, tidak hanya dalam kerumahtanggaan tapi juga seni mengola anak, merawat diri, seni mengelola keuangan, dll. Dari sinilah, menyiapkan diri sejak berada pada bangku kuliah menjadi sebuah keharusan bagi wanita agar kedepannya sudah memiliki bekal untuk menyiapkan generasi baru bagi bangsanya.

Continue reading

Tempalah diri ketika (masih) sendiri..

Kebahagiaan itu seperti melihat pelangi…
bukan karena banyaknya materi yang bisa digenggam tangan
melainkan karena perasaan lapang saat melihat warna warni kehidupan

====================================================

Belajar menyemai HIKMAH dari kehidupan orang-orang di sekitarku…

success 4 u

“Sederhana itu Indah”

Begitulah kalimat yang sering di ucapkan oleh salah satu wirausahawan sukses yang aku kenal. Kalimat itu ia katakan bukan karena kondisinya yang pas-pasan. Justru di mataku ia adalah orang yang bergelimang harta. Rumahnya megah, hartanya berlimpah, kendaraannya saja terakhir ku tau ada 5 buah (selain mobil), mau makan apa saja pasti bisa, mulai dari warung lesehan hingga restoran di kotanya bisa saja ia datangi dengan mudah.

Namun ternyata, di balik berlimpahnya rizki yang dikaruniakan Allah padanya, ia adalah seorang yang lebih memilih ketela bakar untuk menjadi sarapannya tiap pagi. Lebih memilih tidur di atas tikar ketimbang di kasur empuknya. Lebih memilih sayur Sop dari pada masakan lezat lainnya.. dan lebih senang menaiki sepeda pancalnya untuk keliling Surabaya.

Continue reading