# pagi belum tiba

Terkesima aku dengan indahnya sanubari itu
Allahu Robbiy,
inikah salah satu wujud dari isyarat-MU yang aku abaikan dulu..?

================================================

. : Pagi Belum Tiba :.

Rupanya hampir tiba masanya
tapi rembulan belum sempurna terangi malam
pun bebintang yang belum usai berbagi cahaya
hanya angin yang tiba-tiba menjelma gundah
dan senarai cerita yang begitu saja menyeruakkan resah

Belum…
belum tepat saatnya
karena malam belum jua beranjak
dan satu-dua jengkerik masih meriangkan bunyinya
Walau pagi sudah hampir dekat
tapi semburat fajar belum juga terlihat

Biar saja malam selesaikan dulu tugasnya
Biarkan berjuta gemintang menuntaskan sinarnya
Dan biarkan malam terus berjalan meski merayap
karena fajar selalu datang tepat pada waktunya
karena pagi pasti datang bila masanya tiba.

– ishbir Ya,Jiwa… –

===========================================
Kekecewaanku dulu,
biar ku kubur pada perut bumi terdalam
dengan sesungging senyum sabar dan kesyukuran…

Advertisements

Hm…’Yg Qonaah saja’ …

Special untuk para calon istri….

nemu pas blogwalking…. dari tulisannya pak yasrif.  syukron pak nggih (ijin copas ni),  lumayan bisa buat renungan untuk kaum hawa (bwtq juga dink.. 🙂 …)

Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.
Continue reading

aRoMa TaNaH SebeRanG..

Seperti camar yang datang dan pergi
menebarkan aroma tanah seberang
langitpun membentang tanpa batas
adakah yang dikhawatirkan
bila hati saat kembali
tetap berupa sekuntum bunga salju..!?

Ada getar kegelisahan pada akhir perjalanan
bulanku merona dalam jiwa
tiba-tiba ada yang menepuk perjalanan ini
dan menyulut fajar
setelah melintas pada liang luka

Lalu kuhentikan langkah sampai di sini
tanah yang kuinjak
menuntunku menjelajahi kembali
bentangan masa lalu

Senyumku merekah
karena ku tlah berkelit
dari segala rayuan gemerlap
lampu-lampu kota…

— Tersenyum PUAS, ketika berhasil mengusirnya —

aKhiR YanG LeBiH NyaTa…

Sabtu (20/12/08),  Hanyalah Sekedar coretan untuk yang merasa saja,…

Sebening hasrat tuk lelap
sesunyi nada yang bisu
hingga kelelawarpun
tak mampu tuk sayupkan…

setitik masalah luluhkan segala
mengalun lembut menelan asa…

jiwaku menatap lara
nanar,..
dan penuh luka..

di sini,..
hanya ada sekeping senyum
berharap seribu tawa
yang tak kan pernah menjelma…

But,

Continue reading

Hari Penentuan!

Bismillah…

Kumulai tulisan ini dengan menyebut AsmaMU yang Maha Agung…

Ya Allah, aku tau dan aku sadar

bahwa aku sangatlah lemah tanpaMu

bahwa aku bukanlah apa-apa tanpaMu

bahwa aku hanyalah insan yang penuh salah dan khilaf

Mataku sangatlah buta andai Kau tak memberinya Cahaya

Telingaku tak bisa mendengar Andai Kau tak mengijinkannya

Dan Hatikupun tak bisa merasakan saat KAU tak memberinya rasa peka

Ya, Allah satu hal yang aku takutkan:

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah:216)

Ya Allah berilah petunjukMU untukku…

Ya Allah… jadikanlah hari ini esok dan hari-hari yang akan datang senantiasa lebih baik
Ya Allah … jadikanlah masa penantian ini penuh dengan perbaikan diri
Ya Allah … aku hanya mengharap yang terbaik dari-Mu

Kan selalu aku tunggu jalan indahMU
yang tlah Kau persiapkan untukku….:)