‘Keseriusan’ sebagian laki-laki (Part 3, habis)

Kisah Nyata3 -Antara Aini dan Haikal

Dibanding 2 kisah sebelumnya, menurutku kisah nyata 3 ini adalah yang paling kerterlaluan..!

Pagi itu Aini merasa was-was. Karena Haikal, orang yang sebentar lagi menjadi suaminya, belum juga datang. Padahal hari itu adalah hari lamaran antara Aini dan Haikal.

Mereka sudah menjalani masa ta’aruf selama 1 bulan dengan perantara guru ngaji Aini dan Haikal. Dan mereka memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, khitbah.

Berkali-kali Aini melihat jam tangannya, tapi sudah hampir 2 jam Haikal belum juga datang. Ia memperhatikan raut kecemasan pada wajah kedua orang tuanya, dan paman bibinya.

“Cobalah kau sms nak Haikal, mungkin saja dia lagi ada masalah di jalan”
“Sudah, paman”
Sudah lebih dari 5 sms yang ia kirim, tapi tak ada 1 pun balasan dari Haikal.
Aini mencoba menelpon Haikal, tapi juga tak kunjung diangkat.
“Ya Allah, ada apa dengan Haikal? Tolong lindungi dia dari segala musibah”, doanya dalam hati.

Continue reading

Advertisements

‘Keseriusan’ sebagian laki-laki (Part 2)

Kisah nyata 2  – antara Aisy dan Zein –

Selamat Zein! Kamu telah berhasil mengelabuhiku. Aku pikir kamu adalah orang yang pantas aku perjuangkan di hadapan orang tuaku, tapi nyatanya kamu sendiri tidak bisa meyakinkanku…
Begitulah kira2 isi sms Aisy kepada Zein, lelaki yang pagi itu telah mengajak Aisy untuk menikah, namun mengurungkan diri karena masalah di keluarga mereka.

Entahlah, Aisy sendiri juga tidak mengerti apa sebenarnya tujuan Zein mengajaknya bertemu pagi itu. Dan untuk apa Zein mengatakan, ‘Aisy, sampean mau ta nikah sama aku?‘, namun jika di akhir pertemuan lelaki itu malah mantap untuk ‘mengikhlaskan’ ?! Harusnya tidak usah ada saja pertemuan pagi itu, karena hanya menambah kecewa yang dirasa Aisy. Kecewa karena ternyata hanya segitu perjuangan yang dilakukan lelaki yang beberapa hari itu telah berhasil memporak-porandakan pertahanan gadis itu. Serta kecewa, karena Aisy merasa telah memperjuangkan orang yang salah di hadapan keluarganya.

Continue reading

‘Keseriusan’ sebagian laki-laki (Part 1)

Eits, jangan negthink dulu. Inget, Aku nulisnya ‘sebagian’ lho! 😀 Benernya tema ini sudah lama ada di pikiranku, akan tetapi dulu sama sekali tidak berminat untuk menyinggungnya, apalagi menjadikannya sebagai tulisan, hingga ada kejadian beberapa waktu lalu ketika ada beberapa teman yang menceritakan hal pahit ttg hidupnya. Hemph…lagi2 masalah laki-laki!

Suatu ketika sengaja aku melakukan jajak pendapat dengan satu frase di atas, ‘KeSERIUSan LaKi2’.
Keseriusan seorang laki-laki itu bisa dilihat dari apanya se?“, tanyaku pada 5 teman yang seangkatan denganku (ruang sample: 2 cow dan 3 cew)
3 teman menjawab, “Dari perbuatannya
ketika ia memenuhi janjinya“, jawab satu teman yang lain
dan 1 teman lagi menjawab “dari perjuangannya yang g mudah nyerah!”
Heranku, tidak ada satupun dari mereka menjawab “keseriusan laki-laki bisa dilihat dari kata-katanya
Hm…Mungkin sudah menjadi rahasia umum kali ya, kalo sebagian besar laki-laki itu paling mahir dalam merajuk (baca: berkata-kata doank)
Sayangnya, justru dalam hal inilah wanita sering kali tertipu dengan indahnya kata, yang sangat mungkin hanya semu dalam faktanya.

Mungkin sebagian anda akan berkata, “ah, itu sangat subjektif desy!”
oke2, sangat subjektif memang, namanya juga berpendapat, terserah donk. Lagian aku nulisnya kan juga diblogku sendiri, jadi suka2 pemilik blog dunk. Hweehehe 😀
Tapi aku punya masih 3 bukti yang menguatkan pendapatku tentang keseriusan sebagian laki-laki yang aku maksudkan tadi.

3Cerita ini diambil dari kisah nyata orang-orang di sekitarku. Adapun nama tokoh sengaja saya biaskan untuk menjaga privasi yang bersangkutan. Cerita ini mungkin tidak 100% persis dengan aslinya, menceritakan ulang dari sebuah kisah itu kan memang g gampang, jadi sangat mungkin ada tembelan di sana-sini. Tapi dari segi keorisinilan kira2 90-95% lah 😀

Ok, have a nice reading!

Continue reading