Dengarkan dan Rasakan.. :((

Remembering a wonderful journey on May, 2008…

Manteb banged untuk muroja’ah 🙂

Semoga Bermanfaat!

Nantikanku di batas waktu.. ^^

Hanya ingin tersenyum mendengar nasyid ini,…  🙂

Lirik:

di kedalaman hatiku
Tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan

Lewat kesalihanmu
Yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau ku kelu
Tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku
Jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang
Nanti kubawa kau pergi
Ke surga abadi

Kini belumlah saatnya
Aku membalas cintamu
Nantikanku di batas waktu


Beri kesempatan pd IMAN utk ‘bicara’..

Sembari mengelus kepalaku, beliau berkata:
“ibadah lan kesehatane dijogo, nduk!”
dengan penuh ta’dhim kucium punggung tangan itu…
“insyaAllah, Bapak”
Rumah bulek, 3Juni09 20.00WIB

======================================

Sekedar menuliskan apa yang aku pikirkan, karena jika aku menahan diri darinya (menulis) bisa-bisa akan menjadi satu hiasan kecil di wajahku (jerawat maksudnya Hehehe :D)

“Jika hanya mengedepankan akal (logika), tentu manusia akan enggan untuk melakukan suatu kebajikan”
Setujukah Anda dengan statement itu??
Apapun jawaban Anda, Mari kita ambil beberapa contoh sederhana 🙂

Continue reading

Da’wah=kepingan Puzzle?

Suatu ketika Rasulullah berkata kepada Pamannya:
“Wahai Pamanku, andai matahari diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga Islam jaya atau aku binasa karenanya ” (Rasulullah SAW)

Ahad kmrn aku dkk berkesempatan mengikuti kajian tafsir An-Nisaa’:9 4-100, yang mengupas masalah Hijrah dan Jihad. Sesaat setelah kajian itu, aku teringat dengan salah novel favoritku sewaktu di Aliyah dulu. Judulnya  “Diorama Sepasang AlBanna” dengan penulis muda Ari Nur. Novel yang menurutku sangat menarik, novel yang dituturkan  dengan lembut namun menghentak orang yang membacanya. Subhanallah, ndak akan nyesel baca novel itu 🙂

Ada satu Persil dari DSA yang cukup menarik:
Ada sesuatu yang aku miliki. Sesuatu yang berusaha aku pertahankan keberadaannya.
Ia tersimpan di dasar jiwa. Kecil, seperti bara api, tapi tak pernah padam.
Terkadang berkobar jika tersiram bensin. Ada kalanya seperti itu.’

Continue reading

.: CaHaYa

Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca  kaca itu seakan-akan bintang  seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur  dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya  hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya , Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

QS. An-Nuur:35

Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya
Di dalam ucapanku cahaya
Jadikanlah pendengaranku cahaya
Jadikanlah pada penglihatanku cahaya
Jadikanlah  dari belakangku cahaya
dan dari depanku cahaya
Jadikanlah dari atasku cahaya
dan dari bawahku cahaya
Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya
dan jadikanlah aku cahaya

(HR. Muslim & Abu Dawud)