ketika CINTA mjd Sbuah KaTa KeRJa

love_kite..dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat;
kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan,
atau lemah atau melankolik saat kasih tandas karena takdirNya
sebab di sini kita justru sedang melakukan
sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung:
MENCINTAI.
– M.Anis Matta –

” ya, Rasulullah”, kata ‘Umar perlahan, Aku mencintaimu seperti kucintai diriku sendiri.” Beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam tersenyum.“Tidak wahai ‘Umar Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri dan keluargamu.”
“Ya Rasulullah”, kata’Umar, “Mulai saat ini engkau lebih kucintai daripada apapun di dunia ini.”
“Nah, begitulah wahai ‘Umar.”

Membaca kisah ini dulu saya takjub bertanya. Sebegitu mudahkah bagi orang semacam ‘Umar ibn Al Khaththab menata ulang cintanya dalam sekejab? Sebegitu mudahkah cinta diri digeser ke bawah untuk memberi ruang lebih besar bagi cinta sang Nabi? Dalam waktu yang sangat singkat. Hanya sekejab. Ah, alangkah indahnya jika saya dapat begitu.

Bagaimana bisa!????
Continue reading

Advertisements