Beri kesempatan pd IMAN utk ‘bicara’..

Sembari mengelus kepalaku, beliau berkata:
“ibadah lan kesehatane dijogo, nduk!”
dengan penuh ta’dhim kucium punggung tangan itu…
“insyaAllah, Bapak”
Rumah bulek, 3Juni09 20.00WIB

======================================

Sekedar menuliskan apa yang aku pikirkan, karena jika aku menahan diri darinya (menulis) bisa-bisa akan menjadi satu hiasan kecil di wajahku (jerawat maksudnya Hehehe :D)

“Jika hanya mengedepankan akal (logika), tentu manusia akan enggan untuk melakukan suatu kebajikan”
Setujukah Anda dengan statement itu??
Apapun jawaban Anda, Mari kita ambil beberapa contoh sederhana 🙂

Continue reading

Advertisements

Da’wah=kepingan Puzzle?

Suatu ketika Rasulullah berkata kepada Pamannya:
“Wahai Pamanku, andai matahari diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga Islam jaya atau aku binasa karenanya ” (Rasulullah SAW)

Ahad kmrn aku dkk berkesempatan mengikuti kajian tafsir An-Nisaa’:9 4-100, yang mengupas masalah Hijrah dan Jihad. Sesaat setelah kajian itu, aku teringat dengan salah novel favoritku sewaktu di Aliyah dulu. Judulnya  “Diorama Sepasang AlBanna” dengan penulis muda Ari Nur. Novel yang menurutku sangat menarik, novel yang dituturkan  dengan lembut namun menghentak orang yang membacanya. Subhanallah, ndak akan nyesel baca novel itu 🙂

Ada satu Persil dari DSA yang cukup menarik:
Ada sesuatu yang aku miliki. Sesuatu yang berusaha aku pertahankan keberadaannya.
Ia tersimpan di dasar jiwa. Kecil, seperti bara api, tapi tak pernah padam.
Terkadang berkobar jika tersiram bensin. Ada kalanya seperti itu.’

Continue reading

Cinta itu butuh Bingkai..!

Cinta itu fithrah
Jangan kau bunuh dia
tapi bingkailah ia dengan cahaya

==========================

Jatuh cinta??
Katakan padaku manusia mana yang tak pernah merasakannya?
Bukankah Cinta adalah keniscayaan? dan itu adalah wujud dari karunia Ilahi??
Lalu, Bagaimana ketika perasaan itu hadir? Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?

Ada artikel menarik dari majalah Al-Izzah..

Selamat menikmati dengan keikhlasan hati :))

Jatuh cinta bagi aktivis da’wah bukanlah perkara sederhana.
Dalam konteks da’wah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan.
Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah(tingkatan) pembinaan.
Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rasulullah SAW dan jalan meraih ridha Allah SWT.

Continue reading

# pagi belum tiba

Terkesima aku dengan indahnya sanubari itu
Allahu Robbiy,
inikah salah satu wujud dari isyarat-MU yang aku abaikan dulu..?

================================================

. : Pagi Belum Tiba :.

Rupanya hampir tiba masanya
tapi rembulan belum sempurna terangi malam
pun bebintang yang belum usai berbagi cahaya
hanya angin yang tiba-tiba menjelma gundah
dan senarai cerita yang begitu saja menyeruakkan resah

Belum…
belum tepat saatnya
karena malam belum jua beranjak
dan satu-dua jengkerik masih meriangkan bunyinya
Walau pagi sudah hampir dekat
tapi semburat fajar belum juga terlihat

Biar saja malam selesaikan dulu tugasnya
Biarkan berjuta gemintang menuntaskan sinarnya
Dan biarkan malam terus berjalan meski merayap
karena fajar selalu datang tepat pada waktunya
karena pagi pasti datang bila masanya tiba.

– ishbir Ya,Jiwa… –

===========================================
Kekecewaanku dulu,
biar ku kubur pada perut bumi terdalam
dengan sesungging senyum sabar dan kesyukuran…

.: Muslimah Pembangun Peradaban

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat dengan hati untuk dicintai
Dekat dengan tangan untuk dilindungi

(dikutip dari ” Agar Bidadari Cemburu Padamu”, Salim A. Fillah)

==============================================

Bacaan WAJIB bagi yang merasa Muslimah 🙂

writen by: Pembinaan Potensi Muslimah, jarmusnas FSLDK

“Jika anda mendidik seorang pria, maka anda hanya mendidik seorang manusia. Jika anda mendidik seorang wanita, maka anda telah mendidik seluruh manusia. (Presiden Tanzania)

Ada pepatah yang mengatakan, Wanita adalah tiang negara. Kala tiang tiada daya, bangunan pun roboh rata. Tak heran jika ada yang megatakan, “Ibulah yang melahirkan sebuah bangsa!”. Karenanya seorang wanita yang akan menjadi ibu harus memiliki bekal yang banyak, tidak hanya dalam kerumahtanggaan tapi juga seni mengola anak, merawat diri, seni mengelola keuangan, dll. Dari sinilah, menyiapkan diri sejak berada pada bangku kuliah menjadi sebuah keharusan bagi wanita agar kedepannya sudah memiliki bekal untuk menyiapkan generasi baru bagi bangsanya.

Continue reading

Tempalah diri ketika (masih) sendiri..

Kebahagiaan itu seperti melihat pelangi…
bukan karena banyaknya materi yang bisa digenggam tangan
melainkan karena perasaan lapang saat melihat warna warni kehidupan

====================================================

Belajar menyemai HIKMAH dari kehidupan orang-orang di sekitarku…

success 4 u

“Sederhana itu Indah”

Begitulah kalimat yang sering di ucapkan oleh salah satu wirausahawan sukses yang aku kenal. Kalimat itu ia katakan bukan karena kondisinya yang pas-pasan. Justru di mataku ia adalah orang yang bergelimang harta. Rumahnya megah, hartanya berlimpah, kendaraannya saja terakhir ku tau ada 5 buah (selain mobil), mau makan apa saja pasti bisa, mulai dari warung lesehan hingga restoran di kotanya bisa saja ia datangi dengan mudah.

Namun ternyata, di balik berlimpahnya rizki yang dikaruniakan Allah padanya, ia adalah seorang yang lebih memilih ketela bakar untuk menjadi sarapannya tiap pagi. Lebih memilih tidur di atas tikar ketimbang di kasur empuknya. Lebih memilih sayur Sop dari pada masakan lezat lainnya.. dan lebih senang menaiki sepeda pancalnya untuk keliling Surabaya.

Continue reading

MUNAKAHAT

Dari pada nulis puisi malah rentan disalah arti, mending nulis artikel aja deh 😀

( Cinta itu memang karunia Allah, tapi tidak untuk ditasbih-i..! Sekali lagi, tasbih itu bukan untuk cinta! )

Btw, Ini untuk kali pertama aku memposting sesuatu ttg munakahat (pernikahan, red) di blogku. Bukan bermaksud apa-apa, tapi aku pikir tak ada salahnya muncul warna baru diblogku :D. Bukankah pernikahan adalah sebuah keniscayaan bagi setiap insan!?

munakahatt

Meminjam potongan puisinya seseorang:

Jalan sunyiku semakin panjang

Bukan emosi yang salah

Harunya awan buatku riang

Indah nian tak sendirian..

LOADING….

Materi Munakahat ini aku ambil dari slide materinya bu Yoyoh beberapa pekan yang lalu JMMI ITS merger Jarmusda Surabaya Raya mengadakan acara Seminar Pasca Kampus dalam rangkaian acara Muslimah Days 2009, salah satu pembicara yang sangat ditunggu-tunggu adalah Bu Yoyoh Yusroh. Siapa yang tak kenal dengan sepak terjang muslimah Indonesia satu ini, selain sebagai anggota DPR-RI dengan jam terbangnya yang tinggi, Bu Yoyoh juga bisa dibilang sukses dalam rumah tangganya. Dari ke-13 anaknya, kesemuanya adalah para penghafal Al-Quran. Bahkan ada yang ketika umur 9 tahun sudah hafidh 30 juz (Subhanallah…!). Pun dari segi prestasi anak-anaknya,  patut untuk disaluti  dah.

Sebenarnya TOR (Term of Reference) dari materi beliau adalah tentang “Muslimah dalam Rumah Tangga”, akan tetapi sebelum menyampaikan materi itu, Bu Yoyoh menyuguhkan terlebih dahulu materi ttg Munakahat (mungkin ibunya tau kali ya, kalo pesertanya masih pada belum menikah, apalagi ketika melihat si moderatornya yang kelihatannya juga Mupeng :D). Jadi, di awal beliau menyampaikan materi yang berhubungan dengan persiapan menuju gerbang mitsaqon gholidzo ini.

Ready??

Continue reading