Beri kesempatan pd IMAN utk ‘bicara’..

Sembari mengelus kepalaku, beliau berkata:
“ibadah lan kesehatane dijogo, nduk!”
dengan penuh ta’dhim kucium punggung tangan itu…
“insyaAllah, Bapak”
Rumah bulek, 3Juni09 20.00WIB

======================================

Sekedar menuliskan apa yang aku pikirkan, karena jika aku menahan diri darinya (menulis) bisa-bisa akan menjadi satu hiasan kecil di wajahku (jerawat maksudnya Hehehe :D)

“Jika hanya mengedepankan akal (logika), tentu manusia akan enggan untuk melakukan suatu kebajikan”
Setujukah Anda dengan statement itu??
Apapun jawaban Anda, Mari kita ambil beberapa contoh sederhana 🙂

Jika hanya mengedepankan akal, tentu orang akan enggan dalam mengeluarkan harta untuk orang lain. Karena jika berpikir secara logika, saat ia berinfaq, maka uangnya pasti akan berkurang. “Jaman skrg nyari uang itu susah, kok malah dikeluarkan untuk orang lain, buat apa?!”, tak jarang ada orang berpikir seperti itu. Kira-kira begitulah statement ketika hanya akal yang bekerja pada diri manusia.

Semakin jauh manusia mengedepankan akal, maka syaitan akan lebih mudah mendatangi dari segala arah dan manusia akan jauh dari bimbingan wahyu seperti yang pernah diikrarkan oleh syaitan sendiri bahwa ia akan menggoda keturunan Adam dari segala arah.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat) (Al-A’raaf:16-17)

Akan sangat berbeda ketika keimanan yang lebih dulu bekerja. Seseorang pasti akan berpikir bagaimana caranya supaya ia memiliki kesempatan agar bisa mengeluarkan sebagian hartanya untuk orang yang lebih membutuhkan. Ia tak pernah takut untuk kehabisan harta, bahkan ia yakin bahwa hartanya akan terus berlipat ganda. Bagaimana bisa?

Check it out!

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqoroh:261)

Banyak hal yang tak mampu dijangkau oleh akal manusia, kawan! Tapi Allah mampu untuk itu dan Ia tak pernah menyalahi janji-janji-Nya..

Sudah tak terhitung lagi bukti konkret yang menegaskan kebenaran ayat Allah tersebut.
Ini beberapa contohnya: Rhisy, Keajaiban sedekah. Opzesi, sedekah dan rizki. muhalovic, mari beramal jaariyah

Contoh lain, menunaikan ibadah haji

Haji termasuk rukun Islam. Wajib hukumnya bagi muslim yang mampu. Namun tak jarang orang enggan untuk melaksanakannya. Bagaimana bisa?! Yah, yang namanya orang itu kan macem2 tipenya. Ada yang bilang, “Ngapain mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk melihat batu tua yang dikelilingi manusia?!” Hm no comment untuk kalimat itu.

Di lain pihak, ada manusia yang ‘kurang mampu’ tapi berusaha sekuat tenaga mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk bisa menunaikan rukun islam terakhir itu. Hanya bermodalkan iman bahwa Rasulullah S.A.W. pernah bersabda, Tidak ada balasan haji mabrur kecuali syurga”. Dia tak mempedulikan berapa banyak rupiah yang terbuang. Juga tak mempedulikan berapa banyak tetes keringat yang ia keluarkan untuk satu keyakinan di dalam hatinya…

Silakan dibaca: Tukang becak naik haji,

Oleh karenanya langkah yang terbaik bagi seorang mukmin adalah melangkah dengan apa yang ada di dalam dada yaitu keimanan, bukan logika akal semata, karena banyak hal yang tidak mampu dijangkau oleh akal manusia. Seperti yang dinyatakan sendiri oleh Allah dalam firman-Nya:

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan (Yunus:36)

Dan begitu juga dengan kebajikan-kebajikan yang lain, silakan diinterpretasikan sendiri 😀

Ketika masih mendahulukan logika akal, maka yang nampak dalam bayangan adalah semuanya serba sulit. Semakin jauh mengedepankan logika akal, maka yang nampak adalah kesulitan yang semakin menjadi-jadi dan semakin nampak mustahil untuk dilalui.

Syaitan akan senantiasa menghalangi manusia untuk melakukan suatu kebajikan. Syaitan akan senantiasa membisikkan perasaan was-was dan keraguan dalam hati anak keturunan Adam, agar mereka ragu dan bimbang dalam kebenaran atau saat akan melakukan kebajikan. Manusia akan senantiasa dicegah oleh syaitan agar dirinya mundur secara teratur, sehingga tertinggal atau tidak jadi melakukan kebajikan.

Sungguhlah cerdas Umar bin Abdul Aziz yang lebih mengedepankan petunjuk wahyu Allah dari pada akalnya.
“Aku mempunyai akal yang aku takut Allah akan mengadzabku karenanya”

Ada satu nasihat bijak yang pernah aku dengar:

“Jangan dahulukan akal dalam memutuskan suatu kebajikan, berikanlah kesempatan pada iman untuk berbicara, selanjutnya giliran akal yang mencari cara untuk mengejawantahkan apa yang diperintahkan iman”

=======================================

Sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati..
Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku…

Langkah kaki di dalam rencana-Nya
semua berjalan dalam kehendak-Nya
nafas hidup, cinta dan segalanya…
Tertakdir menjalani segala kehendakMU ya Robbiy
(Mixed KD, Opick ft. Melly)

Advertisements

10 Responses

  1. good article Putri. jayyid jiddan. skrg kutanya, apa sampean ragu dengan An-Nuur:26??? lalu kenapa sampean tidak setuju waktu itu???

    Matur nuwun untuk sanjungannya. Tp bukan untuk itu artikel ini ditulis. Tidak ada sedikitpun keraguanku pada ayat itu. Kalaupun dulu aku tak setuju, itu disebabkan karena jenengan bukan jawaban atas pertanyaanku.. Arju ant mafhum. Afwan.

  2. Makasih Put. Iman seperti mood cewek. Kadang naik, kadang turun. 😀

    ealah, kok yo melu2 manggil putri.. 🙂
    ndak cuma cewek gung yang moodnya gampang berubah.
    Tidak sedikit lho cowok juga demikian ! 😛
    Oleh karenanya dibutuhkan perjuangan yang g gampang untuk mencapai ‘istiqomah’
    “Ya muqollibal qulub, tsabits quluubana ‘aladdiinika” 🙂

  3. hmm.. obat jerawatnya mantabh mbak Putri.. 😀
    sayang artikel ttg pak tukang becak naik haji nya nggak bisa dibuka.. 😦

  4. ternyata info yang saya cari-cari ada disini..

    salam
    bisnis makanan

  5. ternyata lagu yang saya cari-cari ada disini..

    salam
    download lagu terbaru

  6. good artikel bu nur…yap bener yg “Tukang becak naik haji” g bisa dibuka…terus berkarya dngn tarian jari jemari diatas keyboard…

    Salam Ukhuwah

  7. cukup bagus mbak nur…
    emang bener terkadang tidak selalu dngn logika….tidak selalu akal bisa menerima…jika Sang Kholiq sudah berkehendak….

    terus berkarya dngn tarian jari jemari di atas keyboard…

    Salam Ukhuwah

    Sipp Salam ukhuwah juga..

  8. kalo’ ada id belonk_182…afwan keliru make’ id temen sy…

    Salam Ukhuwah
    -pedanglaut-

    Ok no problemo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: