Da’wah=kepingan Puzzle?

Suatu ketika Rasulullah berkata kepada Pamannya:
“Wahai Pamanku, andai matahari diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga Islam jaya atau aku binasa karenanya ” (Rasulullah SAW)

Ahad kmrn aku dkk berkesempatan mengikuti kajian tafsir An-Nisaa’:9 4-100, yang mengupas masalah Hijrah dan Jihad. Sesaat setelah kajian itu, aku teringat dengan salah novel favoritku sewaktu di Aliyah dulu. Judulnya  “Diorama Sepasang AlBanna” dengan penulis muda Ari Nur. Novel yang menurutku sangat menarik, novel yang dituturkan  dengan lembut namun menghentak orang yang membacanya. Subhanallah, ndak akan nyesel baca novel itu 🙂

Ada satu Persil dari DSA yang cukup menarik:
Ada sesuatu yang aku miliki. Sesuatu yang berusaha aku pertahankan keberadaannya.
Ia tersimpan di dasar jiwa. Kecil, seperti bara api, tapi tak pernah padam.
Terkadang berkobar jika tersiram bensin. Ada kalanya seperti itu.’


Gadis berjilbab panjang itu becerita. Aku menatapnya dalam.

“Kau juga punya. Bukankah dulu kau sering berkata.
Jika kau genggam bara itu akan menghanguskan tanganmu.
Jika kau lepaskan maka akan padam.
Karena itu susah payah kau pertahankan,
karena cahaya itulah yang akan menuntunmu dalam kegelapan”

Suara itu muncul tiba-tiba.
Jelas. Sangat jelas.

Da’wah bagaikan susunan dari kepingan-kepingan puzzle.
Logika sederhana dari cara berpikir yang sederhana.
Kepingan pertama, jihad fisik.
Dilakukan oleh orang-orang yang berjuang di jalannya dengan berperang.
Keping kedua, orang-orang yang berjuang dengan hartanya.
Orang2 kaya yang dermawan, para pengusaha yang membuka lapangan kerja,
pendiri yayasan dan panti asuhan.
Keeping ketiga dan selanjutnya, orang2 yang berjihad dengan ilmunya.
Untuk keping yang ketiga ini, jumlahnya banyak sekali krn ilmu sendiri multidisipliner.
Hanya segitukah jumlah keeping yang ada? Tidak. Tidak sama sekali.
Jumlah keeping itu masih banyak..

“Di bagian keping mana aku bisa masuk?”

Seperti Rani dalam tokoh itu, aku pun berusaha menggabungkan keping2 itu dan persis sepertinya aku pun tercenung lama.

===================================

“There are two primary choices in life:
to accept conditions as they exist,
or accept the responsibility for changing them.”

Advertisements

6 Responses

  1. hwaa..mbak desiii…sama..aku juga suka banget sama novel itu waktu masi SMP. masi punya g mba ? pinjem dong..
    aku suda nyari” pinjeman kmana” tp g ada yg punya…hehehe 😀

    Dulu pernah punya :(, tapi hilang entah kemana :(( dipinjem tak kembali…
    Skrg sudah ada yang versi baru ko

  2. pernah baca novel itu… novel orang dewasa :p

    hehehe…pas banged untuk belajar .. 😀

  3. iya des..aku jg udah baca waktu kuliah dulu..
    bagus bngt..:), sampe skrg masih nyimpen bukunya
    kyknya ada buku 2 nya ya..judulnya apa ya?

    judulnya “diorama sepasang Al-Banna” dan “Dilatasi Memory” 🙂

  4. tu novel khusus akhwat y kyknya.. 😕

  5. aku berkunjung lagi Desy….hehehe…(enak yaa jalan2 di rumahmu, hihi), suguhannya menarik euy. Bolehkah aku berselancar di sini???

    Humm…da’wah seperti kepingan puzzle. Aku sepakat Des (itu juga novel yg kusuka. hihi.. Bahsanya bagus, dan menarik…)

    tinggal kitanya, mau gak, ngisi salah satu kepingnya? beserta dan tanpa adanya kita pun ia tetap akan menjadi sebuah mozaik, yang insya Allah akan menjadi mozaik peradaban….

    semangaaat selalu…
    Hamasah!

    (waaah, aku jadi pengen berkenalan lebih dekat dengamu euy..hihi…^^)

    wah seneng sekali ane mendengar anti betah disini.. 😀
    silakan berlama2, gratis uni 🙂
    Anti FKI Rabbani Unandkah? Dulu datang g di FSNas Lampung 2007?

    • hihihi…

      jangan panggil uni,qta kan satu angkatan euy…^^

      yaph…ukhty…, dulu sempet jadi pengurus FKI satu periode…

      ana ga di FSLDK…^^
      yg ke lampung itu temen se wisma ana, namanya Dian Silvira (kenal ga?)….adeknya bg Adrian, mantan Ketum FKI Rabbani 07/08…

      ^^

      keep posting..
      ^^

      untuk menghormati ukh, makanya ane panggil uni hehehe
      Dian? Kayakne dulu pernah kenalan, tapi saya sudah lupa sama wajahnya 😀
      Maklum udah 2 tahun lebih kan…
      OK insyaAllah ukh. Tapi udah jarang nulis ini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: