Cinta itu butuh Bingkai..!

Cinta itu fithrah
Jangan kau bunuh dia
tapi bingkailah ia dengan cahaya

==========================

Jatuh cinta??
Katakan padaku manusia mana yang tak pernah merasakannya?
Bukankah Cinta adalah keniscayaan? dan itu adalah wujud dari karunia Ilahi??
Lalu, Bagaimana ketika perasaan itu hadir? Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki?

Ada artikel menarik dari majalah Al-Izzah..

Selamat menikmati dengan keikhlasan hati :))

Jatuh cinta bagi aktivis da’wah bukanlah perkara sederhana.
Dalam konteks da’wah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan.
Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah(tingkatan) pembinaan.
Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rasulullah SAW dan jalan meraih ridha Allah SWT.

Ketika aktivis da’wah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rasulullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi da’wah.

Karenanya jatuh cinta bagi aktivis da’wah bukan perkara sederhana. Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta ‘lain’ muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat.

Bagi aktivis da’wah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan da’wah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini,

“Akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yang cakap, lebih banyak kata saya daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri.”

Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yang sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi da’wah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.

Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat pada Sang Penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.

Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yang berjanji dalam kafilah da’wah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghayatuna (Allah sebagai Tujuan), maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rasulullah.

Dengan perasaan ini kita memperluas ruang da’wah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam da’wah dan pembinaan. Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam da’wah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah. Wallahu a’lam.

Advertisements

12 Responses

  1. cinta (khub) terbagi menjadi 4 macam:
    -cinta karena kasihan (lirrifaq) adalah cinta karena sesuatu yang sangat mengharukan seperti mencintai anak yatim, fakir miskin, para du’afa’.
    -cinta karena mengagumkan (litta’dim) adalah cinta karena mengagumkan seseorang seperti kita cinta kepada Rasulullah karena beliau seorang utusan Alloh.
    -cinta karena nafsu (linnafs) adalah cinta karena sesuatu yang membuat nikmat nafsu kita untuk sesaat, seperti mencintai seseorang karena cantik, kaya, penampilan,dan sesuatu yang berbau duniawi.
    -cinta karena Alloh (lillah) adalah mencintai seseorang karena sesuatu yang abadi yaitu Alloh.

  2. setahuku cinta itu bukan khub, tapi hubb. thx untuk commentnya. kenapa ganti lagi namanya?? kalo arif ya tulis saja arif, tak perlu pake ar, piston, sabilissalam dll . untuk apa?? toh kita tetap bertetangga baik, untuk saat ini dan nanti…

  3. ya itu lah yang kurang memahami lafal.kalau hubb panjenengan pakek (ha) bukan (kha’).khub adalah fi’il amr. tafham???

    • kalau tidak salah, dalam bahasa arab :
      ch = ح
      kh = خ
      h = ه
      ……….
      masalah penulisan dlm bhs indonesia sih….
      tp sepertinya mksdnya sama semua…
      wallahu a’lam…

      wah blogku kedatangan santri ummul quro’ ni,.
      nggih gus, ngikut saja aku sama ahlinya…
      berarti ismuka harusnya muchammad la an 🙂

  4. setahu ana dari temen yang saya percaya jago bahasa arab…
    cinta itu hubb bukan khub….
    Mau fi’il mudhari’,madhi ataupun yang lainnya tetap pake ‘H’ Bukan ‘KHA’
    Mohon dikroscek kembali jika memang ana yang salah
    syukron..
    afwan asal masuk aja, n numpang coret dikit

    🙂

  5. @ M Rohmatulloh S dan mujahid puskomda
    salam kenal!

  6. Kalau saya lihat di google translate Cinta = حب

  7. cinta tuh bahasannya luas banget ya,,pai2 sharaf sekalian jadi bahasan,,, 😀 ,,n sharaf ternyata bs luas jg cakupannya pai ke cinta segala,,,met mencintai nahwu sharaf (red: cinta perjuangan Islam) ,,,….. 😀

  8. gak pernah buka blog friendster lagi ya???

    tolong dralat postingan ukhty…..
    :: Biarkan KUNCUPnya mekar menjadi BUNGA ::.

    “Sungguh kepala seseorang dari kamu lebih baik dihancurkan dengan besi neraka daripada menyentuh muhrimnya dengan sengaja” (Al-Hadist). Nah lo!

    ????????????????? riwayat siapa?

  9. “Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

    salam kenal……….

  10. good…

  11. Assalamualaikum……….
    Articlenya bgus…
    Sukrn ukh………..

    Salam Kenal

    Wassalam..

    wa’alaikumussalam. alhamdulillah, jazakillah ukhty. Salam kenal dan ukhuwah dari saya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: