Tempalah diri ketika (masih) sendiri..

Kebahagiaan itu seperti melihat pelangi…
bukan karena banyaknya materi yang bisa digenggam tangan
melainkan karena perasaan lapang saat melihat warna warni kehidupan

====================================================

Belajar menyemai HIKMAH dari kehidupan orang-orang di sekitarku…

success 4 u

“Sederhana itu Indah”

Begitulah kalimat yang sering di ucapkan oleh salah satu wirausahawan sukses yang aku kenal. Kalimat itu ia katakan bukan karena kondisinya yang pas-pasan. Justru di mataku ia adalah orang yang bergelimang harta. Rumahnya megah, hartanya berlimpah, kendaraannya saja terakhir ku tau ada 5 buah (selain mobil), mau makan apa saja pasti bisa, mulai dari warung lesehan hingga restoran di kotanya bisa saja ia datangi dengan mudah.

Namun ternyata, di balik berlimpahnya rizki yang dikaruniakan Allah padanya, ia adalah seorang yang lebih memilih ketela bakar untuk menjadi sarapannya tiap pagi. Lebih memilih tidur di atas tikar ketimbang di kasur empuknya. Lebih memilih sayur Sop dari pada masakan lezat lainnya.. dan lebih senang menaiki sepeda pancalnya untuk keliling Surabaya.

Jangan dikira ia terlahir dari keluarga kaya, keluarganya dulu tergolong tak mampu, sebagai anak sulung dari ke9 saudaranya, semasa muda ia pernah menjadi pembantu rumah tangga, pernah menjadi tukang angkat koper di Juanda, dan bersama istrinya ia pernah berjualan sandal dan baju di pasar. Tak hanya itu, ia juga pernah mencicipi rasanya menjadi pedagang kayu kiloan. Satu sifat yang menjadi ciri khas pak Jaya (anggep saja namanya itu :)) adalah Pekerja Keras. Pun isterinya, selain sebagai pendamping setia, ternyata sang isteri juga sama2 memiliki sifat pekerja keras, pernah ia menjadi tukang jahit, tukang potong rambut, jualan es keliling, dan saat ini pun di balik kesuksesan suaminya, ia masih membuka toko kecil-kecilan.

“Bekerja dengan sungguh-sungguh itu memang kewajiban saya sebagai kepala keluarga untuk anak isteri”, ucapan pak Jaya suatu ketika “Kalaupun Allah memberikan rizki yang lebih kepada saya, itu hanyalah titipan, dan jangan lupa ada hak bagi yang kurang mampu”. “Subhanallah”, ucapku lirih, di balik kenikmatan hidup yang dirasakan, Pak Jaya tidak melupakan perannya sebagai seorang muslim kepada saudara yang membutuhkannya. Tak heran, jika di sekitar tempat tinggalnya Pak Jaya sering menjadi rujukan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Ketika ditanya apa sebenarnya resep yang dimiliki pak Jaya, beliau hanya menjawab, “Sejak masih bujang (belum menikah) saya membiasakan puasa Senin-Kamis dan Sholat Lail. Perkara rizki itu urusan Allah, manusia hanya berikhtiar untuk menjemputnya dengan kesungguhan”, begitu jawabnya.

Pesan2 pak Jaya yang aku catat dalam ingatanku saat itu:

Tempalah diri ketika masih sendiri,
jangan hanya mengharapkan uang jatah dari rumah, tak peduli sekaya apapun orangtuamu,
meskipun wanita tidak diwajibkan bekerja, tapi Islam tidak melarang wanita untuk mandiri
belajarlah untuk hidup sederhana, supaya tidak kaget ketika nanti pisah dengan orang tua..
sebagai manusia, kau tidak pernah tau apa yang akan terjadi di hari depanmu
kalaupun kehidupanmu di bawah kemapanan(tinggal dipraktekkan saja pengalamanmu ketika sendiri)
Namun, jika kehidupanmu nanti lebih dari cukup, jangan lupakan mereka yang membutuhkan…
Tempalah diri dengan ibadah (shoum sunnah, sholat lail, dll)
Tempalah diri dengan belajar mandiri (makan dari hasil uang sendiri)
meskipun hanya makan nasi lauk tempe,
tapi itu jauh lebih nikmat ketimbang makan pizza tapi uang orang tua..

Dalam hati aku mengiyakan,..(still learning by doing :D)

Advertisements

4 Responses

  1. sederhana bukan berarti miskin, tapi kesederhanaan adalah mengikuti pola hidup yang sebenarnya bukan gaya hidup dengan pengaruh lingkungan elit sekitar. ya kalaupun makan tempe ya mbok yao ditambahkan vitamin lain yang dibutuhkan tubuh,hidup sederhana bukan harus mengurangi kebutuhan hidup,kalau sampe menderita diri kan artinya mendholimi diri sendiri,Alloh sangat membenci hal itu, ibadahpun terganggu.
    kalau sudah mengerti arti kesederhaan, jalani karna itu kan jadi lebih indah…:)

  2. ya begitu lah seharusnya hidup….

  3. akan mempunyai karakter yg jauh berbeda orang biasa ditempa dengan kemandirian sejak kecil dengan orang yang selalu mendapatkan apa yg dia minta pada ortunya….insyaALLOH….

  4. Ahsan ukh.
    Syukron jiddan sharingnya.

    alhamdulillah. afwan. sama2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: