‘Keseriusan’ sebagian laki-laki (Part 2)

Kisah nyata 2  – antara Aisy dan Zein –

Selamat Zein! Kamu telah berhasil mengelabuhiku. Aku pikir kamu adalah orang yang pantas aku perjuangkan di hadapan orang tuaku, tapi nyatanya kamu sendiri tidak bisa meyakinkanku…
Begitulah kira2 isi sms Aisy kepada Zein, lelaki yang pagi itu telah mengajak Aisy untuk menikah, namun mengurungkan diri karena masalah di keluarga mereka.

Entahlah, Aisy sendiri juga tidak mengerti apa sebenarnya tujuan Zein mengajaknya bertemu pagi itu. Dan untuk apa Zein mengatakan, ‘Aisy, sampean mau ta nikah sama aku?‘, namun jika di akhir pertemuan lelaki itu malah mantap untuk ‘mengikhlaskan’ ?! Harusnya tidak usah ada saja pertemuan pagi itu, karena hanya menambah kecewa yang dirasa Aisy. Kecewa karena ternyata hanya segitu perjuangan yang dilakukan lelaki yang beberapa hari itu telah berhasil memporak-porandakan pertahanan gadis itu. Serta kecewa, karena Aisy merasa telah memperjuangkan orang yang salah di hadapan keluarganya.

Sorenya, Zein menggubungi Aisy. Mungkin dia merasa bersalah. Tapi sengaja gadis itu tidak mau mengangkat hpnya karena enggan mendengar suara laki-laki itu..Tapi lama-kelamaan hati Aisy pun tak tega. Bagaimanapun juga dalam beberapa hari ini lelaki itu telah memenuhi pikirannya.
Dalam pembicaraan singkat itu, Zein minta waktu untuk melobbi orang tuanya lagi…
“Oke, silakan”, jawab Aisy setengah berharap. Meskipun dalam hati, Aisy juga merasa tidak yakin dengan apa yang akan dilakukan lelaki itu.
“Aisy, mohon katakan padaku, biar aku tenang. Bahwa aku selama ini tidak mengelabuhimu. Karena sungguh, What I feel is real and I’m so serious. Aku tidak main-main, Aisy”
Entah kenapa Aisy merasa Zein memang tidak sedang bermain-main dengan kata-katanya.
“Ya, aku percaya”, jawab Aisy sembari menghela nafas.

Beberapa hari setelah itu, Zein menyampaikan hasil lobi dengan orang tuanya. Dugaan Aisy ternyata benar, Zein tetap menyatakan diri mundur. Mungkin Aisy juga memahami kondisi Zein yang serba salah di keluarganya…
Dan akhirnya mereka sepakat untuk ‘saling mengikhlaskan’.

“Kesepakatan yang aneh”, begitu komentar salah satu temannya, “Apa sama sekali tidak ada jalan selain pisah? Sayang sekali kan, padahal kalian itu sudah saling suka, Apa kalian jg tdk mempedulikan perasaan masing2?”, lanjut temannya.
“Untuk apa perasaan ini dipertahankan, jika orientasinya masih dipertanyakan”, jawab Aisy yang begitu yakin dengan keputusan itu, toh Zein baru beberapa hari saja mengisi hari-harinya. Jadi peluang untuk melupakan lelaki itu masih sangatah besar, begitu pikirnya.

//diyahu

Mungkin kami masih jauh dari proses yang benar, jauh dari tuntunan yang seharusnya. Kami kadang masih dibutakan perasaan tak menentu yang mampu memporak-porandakan pikiran dan logika seseorang. Kadang kami khilaf, kemudian tersadar lagi. Kalau saja boleh meminta, tak hendak kami memintanya terulang lagi…

Hari berganti dan perubahan bulanpun mengiringi…
Ternyata melupakan orang itu tak gampang!”, kata Aisy pada temannya.
Terbukti, ketika Aisy dihadapkan pada Pilihan Sulit, ia masih tak kuasa menyingkirkan nama Zein dari pikirannya. Hemph..sebegitu kuatkah hati itu tertaut?!
Aisy telah dilamar orang..!
Orang tua Aisy sudah sangat mengenal calon dan keluarga calon. Hubungan 2 keluarga itu sangat baik.
“Sungkan nduk kalo lamarannya ditolak, kita sudah lama berhubungan baik dengan keluarga mereka”, kata ibu Aisy pada anak gadisnya.
“Tapi bu…??” Aisy tak bisa melanjutkan kalimatnya.
“Tapi apa? Apa kamu masih mengharap Zein? Sampai kapan? Apa yang sebenarnya kamu andalkan dari laki-laki itu!? “, tanya ibu Aisy dengan nada sedikit emosi.
“Baik Bu, beri saya beberapa waktu untuk memikirkannya.”

//diyahu

Bukan berarti tak berusaha untuk melangkah ke depan,
bukan berarti tak berusaha tegas dan kejam pada lemahnya hati,
Aisy hanya merasa semuanya butuh waktu dan waktu..

Berhari-hari Aisy tak bisa tidur dengan tenang. Ia lebih sering menghabiskan malam di lantai kamarnya, di atas sajadah birunya..
“Ya Allah, tolong bimbinglah hatiku. Berikanlah aku jalan yang terbaik…” Begitulah kira2 doa Aisy pada Rabbnya.
Istikharah berulang kali ia lakukan, namun ia masih saja bingung mengartikan petunjukNya.
kenapa hatinya lebih condong pada Zein drpd orang yang melamarnya? Aisy masih tetap tidak berani menyimpulkan hasil sholatnya. Ia khawatir dan takut jk istikharah yang ia lakukan lebih dipengaruhi oleh perasaannya sendiri. Maka iapun masih terus melakukan istikharah itu berulang kali.
“Ya Allah, mohon bukakanlah hijab di hatiku, agar ia peka dengan cahaya-MU….”

Malam itu masih di sajadahnya, Aisy menghabiskan malam..
Aisy masih belum menyadari dimana ia sekarang, tapi corak lantai yang ia injak sangat tidak asing baginya.
Ia memutarkan tubuhnya berusaha mencari tau sedang berada dimana ia sekarang.
Tiba-tiba matanya terpaku pada bangunan tua yang dirindukan seluruh manusia yang beriman.
Ka’bah Al musyarrafah. Ya, dia ada di masjidil haram sekarang, dengan seseorang yang sangat ia kenal..,

Hari penentuanpun tiba, keluarga pelamar datang beserta sanak saudaranya.
Dan di saat itulah Aisy berusaha untuk menguatkan hati dengan jawaban yang sudah ia siapkan.
Acara berjalan lancar hingga tiba pada satu sesi dimana semua mata tertuju pada gadis itu.
“Maafkan saya, saya tidak bersedia. Semoga fulan mendapatkan ganti yang lebih baik dari saya”

Tidak tau apa yang terjadi di rumah Aisy setelah itu. Tapi sejak kejadian itu, nama Zein menjadi pantang untuk disebut-sebut di keluarga Aisy. Namun, Aisy masih terus meminta orang tuanya untuk sabar, dan sedikit mengerti kondisi Zein yang serba salah. Ia masih saja membela Zein di hadapan kelurganya.
Entahlah apa yang sebenarnya ada di pikiran Aisy, tapi sepertinya ia mantap dengan keputusannya..

//diyahu

Bukan maksudku menunggu..Tapi sampai saat ini aku masih tak beranjak dari tempat terakhir saat kau tinggalkan pergi…

pasca kejadian itu, Aisy berniat untuk memperjuangkan apa yang menjadi keputusannya
Ya, ia berusaha mencari celah untuk meyakinkan Zein kembali..
berusaha mencari jalan yang bisa mempertemukan mereka pada sunnah Rasul-NYa..

//Randy Pangalila
satu kata bertulis cinta
telah merasukiku
tak berwujud tak tersentuh
hanya kurasa…

dan jika wujudnya menjelma
pada sebentuk hati
bukankah itu amanah dari yang Kuasa
menjaganya, menjaganya…

wahai insan yang di sana
mungkin saja ini kau dengar
melewati semesta ini
aku sampaikan..

begitu ingin berbagi-bagi
mendengarkan hasrat di jiwa
Oh Tuhan pertemukan aku
sebelum hatinya beku..

Namun sepertinya apa yang diharapkan Aisy tidak berwujud nyata..
Zein tetap kekeuh dengan jalannya sendiri. Maka mulai timbullah keraguan di hati Aisy, ‘Benarkan dulu Zein memang berniat serius dengannya? tapi kenapa ia tidak bergerak sedikitpun? Apakah Aisy telah memperjuangkan orang yang salah?‘ Hush, Aisy segera mengusir prasangka itu jauh-jauh. Aisy masih tetap percaya dengan perkataan Zein tempo dulu. Ya, ia yakin Zein tidak berniat main-main dengannya, hanya saja masih ada masalah yang ada di kelurganya yang membuat Zein belum bisa berbuat banyak. Aisy faham kondisi itu, tapi pantang bagi Aisy untuk menyerah dengan keadaan. Ia harus tetap berikhtiar. Man Jadda wajada. Pasti ada jalan.., ia sangat yakin dengan itu..

Tapi Aisy bingung. ia menemukan jalan buntu. Harus melangkah kemana ia?! Dengan cara apa ia harus berikhtiar selain melobbi kedua orang tuanya untuk menghormati keputusannya? Bagaimanapun juga ia tetaplah seorang wanita…

Maka didatangilah orang-orang yang ia percaya…
meminta pencerahan dan masukan yang sekiranya bisa memecahkan masalahnya
Namun dari semua orang yang ditemuinya, masing-masing dari mereka memiliki jawaban yang hampir sama dengan orang tua Aisy..
Pada dasarnya, yang membawa bola saat ini adalah Laki-laki itu, Jika memang nak Zein itu serius, seharusnya ada ikhtiar nyata yang dilakukannnya baik dengan saudaranya ataupun dengan orang tuanya, namun jika ia lebih memilih berhenti, mungkin ia hanya……….ke kamu binti“, begitulah kira2 kalimat yang terlontar dari mereka pada Aisy. Mendengar kalimat itu, Aisy tidak terima, ia sudah kadung percaya dengan lelaki itu, tak mungkin Zein setega itu padanya.

Akhirnya mereka hanya memberikan saran agar Aisy mencoba mendiskusikan hal itu dengan Zein bagaimana baiknya. “Bagaimanapun juga, yang bisa menyelesaikan masalah ini adalah kalian berdua, apalagi dengan kondisi keluarga kalian yang berkebalikan dan justru ini adalah ladang kalian untuk bersama-sama ikhtiar“, kira-kira begitulah pesan mereka pada Aisy.

Tapi nampaknya Zein tidak mau tau dengan apa yang telah dilakukan Aisy. Ia masih tidak beranjak dari tempatnya. Sembunyi di balik kata. Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Dan Terkesan Menghindar…! Hugh, batin Aisy geram..! Meskipun saat itu Zein dengan jelas mengatakan bahwa perasaannya ke Aisy masih tetap seperti dulu. “Tapi untuk apa perasaan itu?”, pikir Aisy. Aisy lebih membutuhkan ikhtiar nyata dari Zein, bukan sekedar perasaan..

Lama-lama Aisy pun memikirkan perkataan dari orang-orang yg pernah ditemuinya, Rasa-rasanya apa yang dikatakan mereka memang ada benarnya, dan Aisy mulai merasa dipermainkan oleh laki-laki itu.
Hanya orang bodoh saja yang dengan gampang percaya ucapan laki-laki, dan Aisy merasa termasuk di dalamnya..
Niat untuk bersama berjuang dengan lelaki itu Aisy hentikan. “Untuk apa susah-susah memperjuangkan orang yang hanya sembunyi di balik kata?!“, begitu pikirnya.
Tapi bagaimana dengan mimpi Aisy malam itu? Ah, entahlah… wallahu a’lam
Terkadang ego mampu mengalahkan akal pikiran
Dan Aisy merasa sedang demikian..
Ia lebih mengedepankan naluri wanitanya
Ya, ia lebih memilih diam..

Batinku,
Salut buat pak Zein! Anda memang sangat ahli mengoyak perasaan…
Komentar buat dia:

Seharusnya dia dulu tak perlu berkata ‘I’m so serious’.

Untuk apa Zein mengatakan kalimat itu, jika baru menghadapi 1 ujian saja dia sudah menghentikan langkah..
Mungkin memang hanya segitu makna SERIUS bagi lelaki itu..
Pesan untuk Aisy:
Dalam keadaan apapun, bersyukur adalah utama. Bersyukur karena dengan ini, engkau akan lebih berhati-hati dengan tabiat laki-laki. Jangan mudah percaya dengan indahnya kata, karena tidak ada yang menjamin hati empunya berkata sama…
Your life must go on!

Kisah Nyata3 -Antara Aini dan Haikal

Dibanding 2 kisah sebelumnya, menurutku kisah nyata 3 ini adalah yang paling kerterlaluan..!
Pagi itu Aini merasa was-was. Karena Haikal, orang yang sebentar lagi menjadi suaminya, belum juga datang. Padahal hari itu adalah hari lamaran antara Aini dan Haikal.

To be Continued!

Advertisements

7 Responses

  1. to anis : sabar nis masih banyak laki2 yang baek di luar sana. Bersyukurlah karena masi sebentar saja km berhubungan dengan Tio jdi gk ninggalin bekas luka yg dalem. Dan semoga kejadian itu bisa jadi pengalaman buat km, hati2 dlm memilih laki2 jangan dilihat luarnya saja tp survey dlu sebelum memutuskan berkata iya(wah,, seperti menggurui saja, hehehe.. maap gk bermaksud). Sebenarnya q juga menasehati diriku sendiri, hehehe…

    To Aisy : masi bingung kasi komen ap. Tp yg jelas orang sabar disayang Allah. ap se mksdnya gk nyambung blas, hehehe…:)

    yap. SABAR itu CAHAYA…

  2. Kalo pesenku untuk semua hamba Allah, janganlah membuat janji dengan seseorang yang belum jelas keseriusannya. Bahkan dengan orang yang telah mengajak ta’arufpun jangan. Pandai-pandailah mengambil ibroh dr setiap kejadian yg kita alami.
    Mintalah pertolongan pada Allah, karena hanya Dialah penolong kita.
    Buat mbak Desy : Jazakillah

  3. mmmhhh…kasian banget ya cewe..selalu jadi korban cowo2.. apalgi klo meyangkut suatu ikatan…kayaknya susah banget buat cowo untuk bener2 yakin dalam suatu ikatan..

    ga adil klo kita hanya berfikir dari pihak cewe aja…
    dan pasti cowo punya pemikiran sendiri knp dia bersikap kyak gitu.. mungkin karena mereka memang bener2 belum siap untuk menjalani hubungan lbh serius,,tetapi sebenernya hati mereka emang buat cewe itu… emang ribet siy…

    tapi ya mo apa lagi,,,pemikiran cewe ma cowo itu jelas2 berbeda…

    cewe mikir :
    knp ya dia (cowo) kok tega banget..berbuat gini…ngasih harapan, tapi tau2 ninggalin gt aja… bener2 ga punya perasaan. maksudnya apa dulu bilang mau serius?? tapi malah gn kenyataannya. Kalo emang alasannya karena dia ga belum siap dan belum punya apa2, knp ga kita mulai dari nol. Sama2 berjuang… Mungkin emang dia yang ga serius ma aku.

    cowo mikir :
    kyaknya aku belum siap untuk menjalani hidup yang serius dengan-nya(cewe). Aku ini apa?? aku masih belum punya apa2.. aku belum punya pekerjaan tetap, bagaimana bisa aku menafkahi dia nantinya. Dan aku kira,,klopun aku tetap melamarnya,mungkin aku tidak bisa membahagiakannya. Dia akan bersusah2 dengan aku, membangun semua dari nol. Lebih baik,,aku relakannya,,, dan aku harap dia mendapat seseorang lebih siap dan lebih layak untuknya.

    Terlihat banget kan, perbedan pikiran cowo ma cewe… cowo mikir logika banget…sedangkan cewe selalu ke perasaan… jadi ya jangan nyalahain 100% semua kesalahan cowo..berpikir ilmu jodoh ada deh…
    klo mang cowo itu mundur,,,ya berarti dia bukan jodoh aku..hehehehe..
    emang gampang siy bilangnya, tapi susah ngelakuin nya…
    keep fight…ahwat..!!!!
    ^_^

  4. spt kata temen; ikhwan yg mau nikah itu ada 2 tipe: ingin nikah dan siap nikah. kalo ingin nikah ya begitu…mbulet ini itu yg tdk sgra diselesaikan, bnyk alasan untuk tidak menyegerakan dan pilih2 pdhl calon yg di dpn mata sdh sesuai kriteria. kalo sudah siap nikah, begitu kriteria cocok dia akan segera menyelesaikan urusan yg satu ini(menggenapkan dien). semua ada dalam genggamanNya…inilah ujian kesabaran, keikhlasan dan keridoan anti(para akhwat yg ada dlm cerita)…mudah2an Allah mencatat ikhitiar antum semua sbg amal yg baik. amin. 🙂

  5. wah..ika bnr pendapatnya..setuju..bedakan antara ingin dan siap..perbedaannya kelihatan banget koq..
    bnr..kombinasi kesabaran, keikhlasan dan hrs berprsangka baik pada Allah

  6. mbak diyahu,

    Pa bedanya antara yang ingin nikah dan siap nikah??

  7. aq yakin tiap kejadian yang terjadi, baik ato buruk, semua ada hikmah tersembunyi dari Sang Sutradara..
    untuk saudariku Aisy, mungkin Allah memberikan cobaan itu agar suatu saat, jika Aisy bertemu dengan pasangan yang sesuai, Aisy benar2 merasa bersyukur atas pertemuan yang indah itu..
    dan supaya Aisy mendapat banyak pelajaran berharga dari tiap kejadian dlm hidupnya..
    smoga hati qt slalu dibersihkan n Dia selalu memberikan cahayaNya dlm hati qt.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: