‘Keseriusan’ sebagian laki-laki (Part 1)

Eits, jangan negthink dulu. Inget, Aku nulisnya ‘sebagian’ lho! 😀 Benernya tema ini sudah lama ada di pikiranku, akan tetapi dulu sama sekali tidak berminat untuk menyinggungnya, apalagi menjadikannya sebagai tulisan, hingga ada kejadian beberapa waktu lalu ketika ada beberapa teman yang menceritakan hal pahit ttg hidupnya. Hemph…lagi2 masalah laki-laki!

Suatu ketika sengaja aku melakukan jajak pendapat dengan satu frase di atas, ‘KeSERIUSan LaKi2’.
Keseriusan seorang laki-laki itu bisa dilihat dari apanya se?“, tanyaku pada 5 teman yang seangkatan denganku (ruang sample: 2 cow dan 3 cew)
3 teman menjawab, “Dari perbuatannya
ketika ia memenuhi janjinya“, jawab satu teman yang lain
dan 1 teman lagi menjawab “dari perjuangannya yang g mudah nyerah!”
Heranku, tidak ada satupun dari mereka menjawab “keseriusan laki-laki bisa dilihat dari kata-katanya
Hm…Mungkin sudah menjadi rahasia umum kali ya, kalo sebagian besar laki-laki itu paling mahir dalam merajuk (baca: berkata-kata doank)
Sayangnya, justru dalam hal inilah wanita sering kali tertipu dengan indahnya kata, yang sangat mungkin hanya semu dalam faktanya.

Mungkin sebagian anda akan berkata, “ah, itu sangat subjektif desy!”
oke2, sangat subjektif memang, namanya juga berpendapat, terserah donk. Lagian aku nulisnya kan juga diblogku sendiri, jadi suka2 pemilik blog dunk. Hweehehe 😀
Tapi aku punya masih 3 bukti yang menguatkan pendapatku tentang keseriusan sebagian laki-laki yang aku maksudkan tadi.

3Cerita ini diambil dari kisah nyata orang-orang di sekitarku. Adapun nama tokoh sengaja saya biaskan untuk menjaga privasi yang bersangkutan. Cerita ini mungkin tidak 100% persis dengan aslinya, menceritakan ulang dari sebuah kisah itu kan memang g gampang, jadi sangat mungkin ada tembelan di sana-sini. Tapi dari segi keorisinilan kira2 90-95% lah 😀

Ok, have a nice reading!

Kisah Nyata 1 – Antara Anis dan Tio-
Anis masih berlum percaya kalo Tio tiba-tiba mengungkapkan perasaannya. ‘Bagaimana bisa mas tio menyukai orang sepertiku?’, tanyanya heran. Secara, mereka juarang sekali bertemu, paling komunikasi cuma via chat dan sms thok. Tapi, hatinya Anis luluh juga ketika Tyo berusaha meyakinkannya.
“Aku berniat serius sama kamu, Nis. Aku merasa sampean adalah orang yang tepat untuk menjadi istriku”
Singkat cerita Anis menjalani hari dengan Tyo sebagai HTS -Hubungan Tanpa Status-
Di sebut pacaran, bukan, karena tyo tetap ingin menjaga jarak (baca: tidak sering ketemu) dengan Anis sampai mereka benar2 ‘halal’ nantinya. Di sebut teman, juga bukan, karena hubungan mereka lebih dari itu. Intensitas interaksi mereka melebihi teman biasa.

waktu berjalan dan hari pun berganti…
Kira-kira setelah 2 pekan, Tio silaturrahim ke rumah Om dan tantenya Anis. Setelah kunjungan itu, Tio menyampaikan niat untuk bertemu dengan orang tua Anis. Dalam hati, Anis begitu bahagia, karena hal itu adalah salah satu bukti kalo Tio memang tidak main-main dengan perkataanya, Tio memang berniat membina hubungan serius. Maka, disampaikanlah niatan Tio itu pada orang tuanya Anis. Alhamdulillah, keluarga Anis pun juga senang mendengar kabar itu. ‘Alhamdulillah, sebentar lagi punya menantu”, mungkin begitu pikir orang tuanya.

Suatu hari Tio pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaanya, maka niatan untuk ke rumah ortu Anis pun ditunda hingga ia balik dari luar kota. Kira-kira satu pekan setelah Tio pergi, Anis menangkap ada sesuatu yang aneh dengan tingkah laku Tio. Entah kenapa kalo di sms Tio tidak bales. Di telp pun juga tidak diangkat. Pun ketika online, Anis mencoba untuk menyapanya, tapi tidak ada jawaban yang terlontar dari Tio. “Ow, mungkin dia di sana memang sedang sibuk dengan pekerjaanya”, begitu pikir Anis yang berusaha untuk positif thinking.

Hingga suatu malam, tiba-tiba Tio telp. Dengan mata berbinar Anis segera menyambar hapenya. Namun ternyata semua kebahagiaan itu dengan cepat sirna ketika suara di ujung sana berkata, “Nis, sepertinya kita perlu memikirkan ulang apa yang sedang kita jalani ini, entah kenapa aku merasa ragu dengan ini semua”
“Memangnya ada apa dengan hubungan ini? Apakah aku telah melakukan kesalahan?”, tanya Anis berusaha menepis prasangka buruk yang ada di pikirannya.
“Tidak ada apa-apa, kamu tidak salah, Nis. Justru akulah yang mungkin telah melakukan kesalahan. Kita sama-sama istikharah dulu saja, semoga Allah memilihkan jalan yang terbaik antara kita”, pungkas Tio
“Baiklah, akan aku coba”, jawab Anis.

Maka Anis pun berusaha mentralkan hatinya untuk melakukan istikharah pada Dzat yang membolak balikkan hati
“Ya Allah, jika memang Tio adalah lelaki yang baik untukku, maka dekatkanlah.
Namun jika ia memang buruk bagiku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah ia dariku”
Berkali-kali istikharah, kayakinan Anis pada Tio justu semakin kuat.

Hingga sampailah pada hari dimana mereka saling bicara.
“Maaf Nis, sepertinya kita memang tidak berjodoh”, Kalimat tio meluncur dengan ringannya.
“Apa kamu tidak ingin tau dulu bagaimana hasil istikharahku?”, tanya Anis yang merasa Tio tidak mempedulikan perasaanya.
“Semoga engkau mendapat pengganti yang lebih baik dariku, Nis. Maaf, aku tidak bisa melanjutkan jalan ini”, jawab Tio dengan nada defensif.
“Tapi kenapa? Apa salahku? Sebegitu cepatkan perasaanmu brubah?”, tanya Anis yang mulai merasa dipermainkan.
“Maaf Nis, aku hanya merasa cara yang kita lakukan selama ini kurang benar”, tutur Tio
“Kalau memang cara yang kita tempuh adalah salah, kenapa kita tidak sama2 memperbaikinya?” jawab Anis sembari mempertahankan.
“Maafkan aku Nis, mungkin memang aku yang salah, tapi aku benar2 tidak bisa melanjutkan hubungan ini”
Pembicaraan itu selesai dengan meninggalkan tanya dan luka di hati Anis.
Tanpa alasan yang jelas, ia merasa dipermainkan oleh orang yang selama ini dikaguminya.

// Tangga
Akhirnya kau pun pergi
biarkan ku di sini
ternyata kau juga tak punya hati
pedih hati tak terperi
sedihku telah sendiri
mau marah, tapinya sama siapa?

Sampai hati
sampai begini
kau tak peduli,
O teganya…!

//Hello
“aku tertipu, aku terjebak, aku terperangkap muslihatmu..”

Batinku,
Apa Tio sudah lupa dengan kalimat saat ia mengungkapkan perasaanya pada Anis!?
Hanya segitukah makna ‘serius’ bagi Tio!? Hemph..keterlaluan!
Apa lelaki itu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang tua Anis ketika tau anak gadisnya dipermainkan dengan cara yang begitu kejam..
“Bersykurlah Nis, karena Tio sudah ketahuan belangnya di awal. Andai, hal ini terjadi setelah kalian menikah, mungkin lukamu semakin dalam”
Dan menurut sejumlah informan yang bisa dipercaya, ternyata Anis adalah ‘korban’ kesekian dari laki-laki yang bernama Tio. Hemph.. no comment!

Kisah Nyata 2 – Antara Aisy dan Zein-

“Selamat Zein! Kamu telah berhasil mengelabuhiku. Aku pikir kamu adalah orang yang pantas aku perjuangkan di hadapan orang tuaku, tapi nyatanya kamu sendiri tidak bisa meyakinkanku…”
Begitulah kira2 isi sms Aisy kepada Zein, lelaki yang pagi itu telah mengajak Aisy untuk menikah, namun mengurungkan diri karena masalah di keluarga mereka.

To be Continued..!

Advertisements

5 Responses

  1. Assalamualaikum…

    Hm…benernya belum selesai semua sie aku bacanya…
    tapi kok kayaknya tujuan posting ini bisa sedikit aku tangkap.
    yah semoga aja bener…
    dan semoga orang itu merasa :p

  2. keseriusan laki-laki bukan dari kata-kata yang indah (gombal), tapi keseriusan dan pengorbanan yang dapat menggambarkannya.
    kata-kata mudah terangkai oleh lisan,tapi…
    kata hati takkan dapat mudah terangkaikan,
    disitu keseriusan berada.
    keseriusan bukan hanya sekedar kata, tapi….
    pembuktian…..

  3. hayo kisah siapa tu des?
    kyknya cerita itu sudah familiar dimana-mana, alias sering terjadi. Entah apa yang ada di pikiran mereka atau yg menjadi penyebab mereka pergi tiba-tiba tanpa ada angin, tak ada hujan hehe

    salam kenal ya buat anis :), dia cukup berani, menanyakan alasan dan kenapa si Tio memutuskan menyudahi semuanya. salut deh

    btw, benar bersykurlah..ada yg lebih parah dr sikap yg dilakukan laki2, ada yg sudah melamar ke orang tua, ada yg tinggal menunggu hari H pernikahan tiba2 mundur krn ia merasa tidak siap, dengan alasan yg entah memang ada (misal tdk yakin klo she is the one, atau masalah ekonomi, karir atau kebebasan lelaki atau jangan2 alasan itu dia ada2kan sendiri dan tak pernah ada. Wallahualam ..

  4. salam kenal mbak…waaah bener tuh, emang ada cowo2 yang kayak gitu.ckckc…bener2 membingungkan. Semoga mbak Anis tabah ya 🙂

  5. Ada juga kisah nyata senada yang dialami seorang sahabat saya. Alkisah sahabat saya ini sudah mengkhitbah seorang akhwat dan lamaran pun sudah diterima keluarga. Namun kurang dari semalam tiba2 sang akhwat berbalik 180 derajat dan memutus tiba-tiba dengan alasan ada suatu sikap si ikhwan dalam proses khitbah yang menurutnya tidak baik. Sayangnya tidak ada usaha tabayun dahulu padahal kejadian sebenarnya si ikhwan ini punya alasan valid atas tindakannya itu. Sebuah kedholiman yang nyata bagi saya.

    Moral of the story is, tidak hanya laki-laki yang bisa begitu 🙂
    Dan seperti kata pak Basofi, tidak semua…laki laki….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: