– Ode untuk Teman –

Benernya tulisan ini pengen aku posting 3 hari lagi. Tapi ndak papa lah, lebih awal mungkin lebih bagus. Puisi ini aku putrikutip dari bukunya Bagus Takwin, khusus untuk tetanggaku yang super baik :D, tanpa tau benar apa yang membuatku ingin mengutipnya… aku hanya mengira ada yang benar dalam deretan kata ini. Terima kasih telah bersedia menjadi tetanggaku 🙂

ODE UNTUK TEMAN

Pertemuan denganmu
sebuah kebetulan
-tentu saja bukan kecelakaan-
Kau di luar rencanaku
menggembirakan diri
tampil saja di sela-sela kemanjaanmu
Beginikah rasanya punya teman?
Hiruk pikuk hari-hari
lewat saja, ringan saja
dan kau memenuhi kekosongan

Kita berteman saja,
aku tak punya niat terlalu jauh
Hanya kurasakan kesegaran
yang penuh bersamamu
Kurasakan kelancaran nafas hidup
Kurasakan detail dunia dalam matamu
Kurasakan sukacita waktu dalam gerakmu

Aku jadi temanmu saja
menyediakan detik-detik untukmu,
rauplah sesukamu,
datanglah mengeluh,
hiruplah kebaikan
sejauh ada padaku

Kita berteman saja:
sebuah kenyataan
yang sangat mungkin abadi,
menjelma kupu-kupu indah di suatu pagi,
dengan bunga-bunga dan suara burung

Meski kau akan berlayar jauh dengan kekasih
aku adalah pelabuhan kala kau sendiri
Kita berdua memecah kesunyian,
membikin dunia terjaga
dan bersama bergembira

Kita berteman saja
Sambil tetap berdoa
demi ketulusan hati
yang kuingin tetap begitu
Ya, kita berteman saja
dalam hidup ini
dan nanti….

** Maafkan aku, karna ku tak bisa penuhi inginmu.. —

— I just want to be a good neighbor 4 u 🙂  —

4 Responses

  1. hmmm….
    kaykanya aku kok pernah baca juga ya puisi itu…
    jaman agak mendekati waktu pengkaderan lalu kita…
    ku waktu itu maen ke kost anti…
    trus aku baca puisi itu di binder nati, trus karena bagus bgt tuh puisi, akhirnya ane tulis tangan de…buat kenang2an gitu, trus sampe sekarang insyaAllah masih ane simpen tuh…
    hehehhe….

  2. -Terima kasih untuk ODE nya-
    Pertemuan kita memang sebuah kebetulan, tapi sudah terencana.
    Yang timbul dari setitik niat yang terpendam untuk diwujudkanyang tertunda.
    Saat kamu temukan kesegaran,
    hiduplah dalam-dalam.
    Saat kamu rasakan kelancaran nafas hidup,
    Saat kamu rasakan detail dunia dalam mataku,
    Saat kamu rasakan sukacita waktu dalam gerakku,
    Saat itu…..syukurilah

    Kamu pelabuhanku
    Jika kita berdua memecah kesunyian.
    Menjaga dunia ini, untuk menuju kebahagiaan.
    Lengkapi dengan bunga-bunga
    Suarakan dengan kicauan burung-burung
    Selalu jaga dengan ketulusan

    “Kita tuliskan rencana,
    serahkan penghapusnya pada Allah SWT….”

  3. @ vimey
    wah ternyata ingetan anti masih bagus ya.. 😀
    padahal sudah lumayan lupa kalo binder ane pernah anti baca ;))

    @ arief
    he2, maaph ya, kalo kado miladnya cuma itu…
    moga bisa sedikit mempertegas jawabanku.. 🙂
    peace..

  4. wah kasihan sekali tetanggamu itu….
    he3x…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: