KeNaPa…, padahal,..

tanya

Kenapa Ia masih ijinkanku bernafas
padahal yang kupunya hanya dosa yang makin tak terbatas

Kenapa Ia masih ijinkan darahku mengalir
padahal kian hari jiwaku kian kikir

Kenapa Ia masih ijinkanku memandang indahnya langit
padahal bagitu banyak orang yang hatinya telah ku buat sakit

Kenapa Ia masih ijinkanku mendengar kicauan semesta
padahal belum pernah ku buat ibuk bapakku bangga

Kenapa Ia masih injinkanku merasakan sejuknya pepohonan
padahal begitu banyak perintanya-NYa yang kutinggalkan

Kenapa Ia masih injinkanku mencium aroma bunga
padahal sampai sekarang aku masih belum berguna bagi sesama..

Kenapa…kenapa…kenapa…
Padahal…dan padahal… 😦

tulisan di penghujung suatu malam

Advertisements

One Response

  1. Semakin pohon itu tinggi,semakin tinggi pula terpaan angin yang diterima.Bersyukurlah masih diberi iman.serahkan segala sesuatunya kepada Alloh yang maha mengetahui,karna-Nya sudah menyiapkan rencana bagi umat-Nya.lupakan kata”kenapa&padahal”karena manusia hanya dapat berusaha&berdoa…
    :-Dlah jangan 😦 tros..cepet tua low….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: