Semoga segalanya berjalan lancar,
untukku, untuknya, dan untuk mereka…
Harapku pada Yang Maha Segala
–lirih doaku di kejauhan, Dec 12th 2009–
Di rumahku ada cinta
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain di dalamnya
bagi kau dan aku cukuplah..
Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangannya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman di huni.
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan manusia
Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa sambil tetap merasa nyaman dan teduh. Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja merayap semua emosi negative masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat di sana: dalam rumah cinta.
Dalam rumah cinta itu, kita menemukan sistem perlindungan emosi yang ampuh. Mary Carolyn Davies mengungkapkannya dengan manis:
Ada sebuah tembok yang kuat
di sekelilingku yang melindungiku:
dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku
Jiwa yang terlindungi akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: Memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata, atau tindakan. Jika kita terus-menerus memberi, maka kita akan terus-menerus menerima. Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya: buahnya, keindahannya.
Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan, dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu seperti menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh. Dan abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar dari bangunan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu di atas ubun-ubun istrimu, lalu ucapkan doa ini dengan lembut:
“Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini
dan semua kebaikan yang tercipta
bersama penciptaannya..
(Serial Cinta, Anis Matta)
Filed under: Cuap2, Open your MInd! Tagged: | cinta, rumah






Cinta is pyar. Nek ga percoyo takono bosmu.
wew, so sweet bgt buk bacanya..wkwkwk…
weks,, yg lagi jatuh cintrong nih keknya,,
jadi kapan nih resepsinya?
Rumah yang penuh cinta, dambaan setiap insan.
Semoga selalu demikian, rumah kita penuh cinta.
Salam,